(Ibu Sumi - Wonogiri)
UANG SEKOLAH ANAK SAYA JADI LANCAR


Setiap bulannya, kami menerima beras Raskin sebanyak 10 kg secara rutin. Memang belum mencukupi untuk kehidupannya berenam selama sebulan, namun apabila dibandingkan dengan harga beras di pasaran, saya sangat bersyukur dapat beras Raskin. Pengeluaran yang sebelumnya untuk beras dapat dialihkan untuk membeli lauk pauk teman nasinya maupun untuk keperluan sekolah anak-anaknya. Anak-anaknya dapat bersekolah dengan lancar karena uang sekolahnya dapat dibayarkan secara teratur dan tidak ada ketakutan akan tertunggak seperti sebelumnya. Kami berharap, kalau bisa beras Raskin dapat terus diberikan dan bisa lebih dari 10 kg/KK/bulan

(Assotipo Hitigima - Wamena)
DENGAN RASKIN, KAMI AMAN PUNYA CADANGAN PANGAN


Beras Raskin yang saya dapat sekitar 10 kilogram. Walaupun beras bukan makanan utama keluarga kami, dengan adanya beras Raskin tersebut kami merasa aman memiliki cadangan beras pada saat kami kesulitan mendapatkan hipere (ubi). Kalau cadangan beras kami terlalu banyak bagi kami, maka sebagian akan kami jual dan kami belikan hipere .

(Nusa Tenggara Barat)
UNTUK YANG FAKIR DAHULU


Terima kasih telah diberikan beras Raskin kepada kami. Kami berharap dapat memperoleh beras Raskin lebih banyak. Menurut kami perlu adanya ketegasan dari pemerintah agar beras Raskin ini diprioritaskan untuk para fakir yang apabila ada kelebihan dapat diberikan kepada keluarga miskin.

(Malang)
RASKIN MENINGKATKAN SOLIDARITAS SESAMA KELUARGA MISKIN


Raskin telah meningkatkan rasa solidaritas sesama keluarga miskin. Dalam menebus beras Raskin, setiap penerima manfaat memberikan tambahan untuk operasional di Titik Distribusi sebesar Rp. 200 per kg. Tambahan ini sudah dibicarakan dalam musyawarah desa. Dari seluruh uang yang terkumpul, akan dibayarkan untuk beras Raskin dan membayar biaya-biaya di titik distribusi. Uang tersebut ada kelebihannya yang dimasukkan ke dalam kas kami. Apabila telah terkumpul cukup banyak, maka kami belikan beras khusus untuk para jompo dan keluarga yang benar-benar tidak mampu. "Kami bahagia dapat berbagi dengan kaum papa lainnya".

(Ibu Marsinah - Wonogiri)
BISA UNTUK "NYUMBANG"


Tidak seperti halnya hidup di kota besar yang identik dengan individualis¬tiknya, hidup di desa bukan hanya untuk diri sendiri. Kebersamaan, gotong royong dan hidup bermasyarakat masih sangat kental di dalamnya. Dalam acara hajatan, umumnya keluarga lainya akan menyumbangkan dalam bentuk bahan pangan kepada si empunya hajat. Beras OPK ternyata mampu menjadi salah satu alat yang semakin mempererat semangat kegotongroyongan tersebut, seperti yang diungkapkan ibu-ibu di desa Ngadirojo Kidul, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.
"Beras Raskin yang saya terima rutin setiap bulan sebanyak 10 kg sangat membantu meringankan beban kami. Apabila ada acara hajatan yang diselenggarakan oleh anggota masyarakat lainnya kami dapat "menyumbang" dalam bentuk beras dengan jumlah yang lebih banyak dan tidak lagi kesulitan memikirkan biaya untuk membelinya, " kata Ibu Marsinah. Dengan perbedaan harga yang besar dengan di pasaran, Ibu Marsinah mengaku mampu membeli lauk sebagai teman nasinya lebih dari sebelumnya. Uang sekolah anak-anaknya juga dapat dibayarkan secara teratur dan tidak ada ketakutan akan tertunggak seperti sebelumnya.