Perum Bulog-Perguruan Tinggi Negeri pelopori Program Sarjana Pertanian Masuk Desa

Bogor, 9 Juni 2007. Sebagai komitmen membangun ketahanan pangan nasional dan mensukseskan Gerakan Produksi Beras Nasional (P2BN), Perum Bulog bersama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mempelopori Program Sarjana Pertanian Masuk Desa.

Sebagai tahap awal, program ini akan melibatkan Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dari 12 perguruan tinggi dengan mengarahkan dan mengoptimalkan sarjana baru pertanian yang rata-rata pertahun berjumlah 7000 orang. Adapun perguruan tinggi yang dimaksud adalah UNSRI, UNILA, IPB, UNPAD, UNSOED, UGM, UNS, UNIBRAW, UNEJ, UDAYANA, UNRAM dan UNHAS.

”Setiap sarjana baru yang direkrut akan ditempatkan pada areal antara 50-100 ha sawah. Dengan demikian dalam jangka panjang diperkirakan akan dibutuhkan sebanyak 700 orang sarjana” jelas DR Asep Saepuddin, Wakil Rektor IV IPB pada acara Workshop Sarjana Pertanian Masuk Desa di Bogor pada hari ini (9/6).

Sementara itu, Bambang Budi Prasetyo, Direktur Operasional Perum Bulog, mengatakan bahwa Sarjana Pertanian yang diterjunkan ke desa-desa diharapkan membantu proses penyerapan gabah dari petani di wilayah sentra produksi. Disamping itu para sarjana tersebut membantu mendorong kelompok tani agar dapat menghasilkan gabah berkualitas, dan yang lebih penting lagi karena para sarjana pertanian akan menjadi pendamping petani dalam melakukan usaha taninya yang berorientasi pasar.

Program yang direncanakan bekerja selama kurun waktu 3-6 bulan ini merupakan kelanjutan MOU Perum dan 12 Perguruan Tinggi Negeri, Kelompok tani, HKTI dan Dewan Tani Indonesia pada tanggal 10 April. Pada MOU tersebut Perguruan tinggi melalui sarjana barunya dapat membantu satgas memaksimalkan proses pengadaan Gabah beras petani.

Menurut Bambang, Tantangan Pengadaan sangat berat, disamping karena permintaan terhadap operasi pasar sangat tinggi yang menguras stok bulog yang jumlahnya terbatas juga karena proses pengadaan berlangsung singkat dengan jumlah yang terbatas. Untuk menambah stok itu, Bulog harus ”all out”.

”Syukur alhamdulillah, proses pengadaan gabah beras berlangsung lancar dan memenuhi target-target yang dicanangkan selama ini. Hal ini karena kerja keras semua pihak termasuk peran perguruan tinggi” ungkap Bambang Budi Prasetyo.

Pada saat ini (7 Juni 2007), realisasi pengadaan gabah/beras dalam negeri 2007 sebanyak 1.013.467 ton setara beras. Jumlah ini melampaui target pengadaan bulan Mei 2007 sebanyak 900 ribu ton. Sementara itu target pengadaan hingga akhir tahun 2007 sebanyak 1,5 juta ton. ”Mudah-mudahan, pada akhir tahun 2007, target pengadaan 1,5 juta ton dapat tercapai” kata Bambang.

AddThis Social Bookmark Button