Bulog Membangun Gudang Bawang Merah Dengan Sistem Dan Teknologi Mutakhir

Brebes (04/07) – Direktur Utama Perum BULOG - Budi Waseso dan Bupati Brebes beserta jajaran Pemda, jajaran Direksi Perum BULOG dan Kepala Perum BULOG Divisi Regional Jawa Tengah melakukan peresmian sarana penyimpanan bawang merah dengan Sistem Pengkondisian Udara (Controlled Atmosphere Storage/CAS) di Komplek Pergudangan Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Sarana penyimpanan bawang merah tersebut memiliki luas tanah 7.830m2 dan luas bangunan 3.686,81m2 termasuk gudang jemur bawang seluas 391 m2. Sarana penyimpanan bawang merah ini terbagi menjadi 20 kopel dengan kapasitas simpan masing-masing sebanyak 13,6 ton konde askip (bawang dengan daun) atau 16,32 ton rogol askip (bawang tanpa daun) di lokasi sentra produksi.
Sebagaimana diketahui, bawang merah adalah salah satu komoditas sayuran unggulan di Indonesia, yang memberikan kontribusi terhadap tingginya inflasi pada awal tahun 2015 dan tahun 2016. Kondisi tersebut terjadi karena harga bawang merah yang relatif tinggi dan berfluktuasi. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh kondisi pasar bawang merah yaitu penawaran dan permintaan bawang merah. Sebagai upaya pengelolaan komoditi bawang merah, maka Perum BULOG akan menyiapkan fasilitas gudang penyimpanan yang sesuai dan fasilitas serta prasarana yang memadai melalui sistem dan teknologi pengkondisian udara.
Dijelaskan lebih rinci, sarana penyimpanan dengan pengkondisian udara yang akan dibangun merupakan kombinasi antara teknologi pendingin dengan teknologi pengkondisian udara yang mengontrol kadar kelembaban, oksigen, karbondioksida, nitrogen dan ethylene. Secara umum sarana penyimpanan tersebut mampu menghambat laju pematangan yang membuat produk pertanian yang disimpan dalam kondisi “mati suri”.
Budi Waseso menyampaikan bahwa pembangunan sarana penyimpanan bawang merah CAS dimaksudkan untuk mengembangkan bisnis Perum BULOG serta dalam rangka penugasan Pemerintah untuk stabilisasi harga dan pasokan bawang merah di tingkat produsen (petani bawang) dan konsumen (masyarakat). “Dengan sistem dan teknologi ini, bawang merah dapat disimpan tiga sampai enam bulan lamanya dengan nilai susut maksimal 10%”, tambah Budi Waseso.
Pembangunan penyimpanan bawang CAS turut membantu kegiatan operasional BULOG dalam hal sarana penyimpanan produk pertanian yang memadai, khususnya komoditas penyimpanan bawang merah, dan komoditas lainnya seperti bawang putih, cabai, buah, dan sayur. Dengan adanya pembangunan Gudang Bawang sistem CAS ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi stakeholder BULOG yakni pelaku usaha khususnya petani bawang merah.

AddThis Social Bookmark Button