Stok Menjelang Puasa, Lebaran Dan Isu Beras Sintetis

Stok Beras BULOG menjelang puasa dan lebaran aman, baik dari jumlah maupun kualitasnya. Stok beras yang dimiliki BULOG saat ini aman untuk kebutuhan +/- 5,5 bulan kedepan. Saat ini pengadaan dalam negeri masih berlanjut rata-rata 25 ribu ton per hari. Dengan pengadaan ini diharapkan stok terus bertambah. Dalam rangka pengamanan harga/stabilisasi sampai saat ini penyaluran raskin lancar dan BULOG siap melakukan operasi pasar apabila diperlukan.

Isu beredarnya beras palsu atau beras sintesis di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat. Sebagai BUMN yang mengelola beras pemerintah, Perum BULOG memastikan bahwa seluruh beras yang tersedia di gudang-gudang BULOG di seluruh Indonesia adalah beras asli dan aman untuk dikonsumsi.

Dalam melakukan pembelian beras Perum BULOG sangat konsen akan mutu dan keamanan beras. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan keaslian dan keamanan beras BULOG.

Untuk pengadaan gabah dan beras DN (Dalam Negeri), selain melakukan pembelian langsung melalui Satgas Pengadaan dan Unit Pengolahan Gabah/Beras (UPGB), Perum BULOG juga menjalin Mitra Kerja Pengadaan, serta Kelompok Tani dan Gapoktan.

Perum BULOG sangat mendukung langkah cepat pemerintah untuk mengusut tuntas kasus beras sintesis ini ke ranah hukum, karena sudah meresahkan masyarakat.

Perum BULOG juga secara rutin melakukan monitoring setiap pekan. Monitoring ini termasuk mengecek kuantitas maupun kualitas beras yang keluar masuk gudang Bulog. Bahkan monitoring oleh staf gudang dilakukan harian.

Untuk pemasukan beras dalam negeri dari petani, QC (Quality Control) dilakukan sesuai standar prosedur selanjutnya apabila beras akan disalurkan dilakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas sebelum keluar dari gudang. Bulog bertanggung jawab dalam penyaluran Rsakin dari gudang sampai dengan titik distribusi.

Saat ini BULOG sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran BULOG untuk waspada dan berhati-hati, selalu melakukan kontrol/pengawasan/cek & ricek pada saat beras masuk maupun keluar.

Perum BULOG juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan akan peredaran beras plastik ini.

AddThis Social Bookmark Button