Penyerapan Gabah Dan Beras Oleh Bulog

Salah satu tugas yang diemban oleh Perum Bulog sebagai BUMN yaitu melakukan kegiatan penyerapan gabah dan beras dari petani berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku.

HPP yang berlaku di tahun ini dicantumkan dalam Inpres no. 5 Tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh Pemerintah. Dalam Inpres tersebut dicantumkan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp. 3.700 per kg, Gabah Kering Giling (GKG) Rp. 4.600 per kg, dan beras Rp. 7.300 per kg.

Ketika harga gabah dan beras berada di bawah HPP, maka tugas Bulog untuk melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya berdasarkan HPP. Namun pada saat harga beras dan gabah diatas HPP, petani dapat meraih keuntungan lebih besar dengan menjualnya ke pasar umum. Disaat yang bersamaan, Bulog akan melakukan Operasi Pasar (OP) untuk menstabilkan harga setelah mendapatkan penugasan/perintah dari Pemerintah.

Sebelum HPP tahun 2015 diumumkan, Bulog telah melakukan langkah-langkah strategis sebagai persiapan efektifitas penyerapan, antara lain penyediaan space gudang di daerah sentra produksi, penyiapan tenaga surveyor/petugas pemeriksa kualitas, penyediaan dana pengadaan (l/c), penambahan jam kerja dan pelayanan dihari sabtu dan minggu.

Selain itu Bulog telah menyiapkan saluran pengadaan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) pembelian gabah/beras sebanyak 83 unit, menyiapkan Unit Pengelolaan Gabah dan Beras (UPGB) sebanyak 132 unit, menyiapkan MItra Kerja Pengadaan (MKP) yang sudah terseleksi sebanyak 1.338 dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebanyak 30 unit.

Melalui saluran pengadaan tersebut, hingga 1 April 2015, Bulog telah melakukan kontrak pengadaan sebanyak 50.744 ton setara beras dan telah ter-realisasi sebanyak 31.074 ton setara beras.

HPP yang diberlakukan pemerintah juga mensyaratkan kriteria gabah dan beras yang dapat dibeli oleh Bulog. Kriteria itu meliputi kadar air maksimum, kadar hampa/kotoran maksimum, butir patah maksimum, kadar menir maksimum dan derajat sosoh minimum. Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, maka gabah dan beras tersebut dapat disimpan untuk dipergunakan semasa paceklik atau kelangkaan pasokan.

Beras yang diserap oleh Bulog selanjutnya digunakan salah satunya dalam program penyaluran Raskin. Raskin ditahun 2015 ini diperuntukkan untuk 15.530.897 RTS (Rumah Tangga Sasaran) dengan pagu setahun sebesar 2.795.561 ton atau sebesar 232.963 ton per bulan. Raskin tahun 2015 telah ter-realisasi 534.430 ton sampai dengan 1 April 2015.


Humaslem Perum BULOG

AddThis Social Bookmark Button