Bulog Galakkan Pengadaan Gabah/Beras 2008

Dalam rangka menghadapi musim panen yang dimulai pada pertengahan bulan Februari 2008, Perum Bulog menggalakkan sosialisasi pengadaan dengan mengunjungi berbagai sentra produksi seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, digalakkannya sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para petugas lapangan dan para mitra Perum Bulog yang akan menyerap gabah/beras petani. Pada tahun2008 Perum Bulog men-targetkan akan menyerap 2,430.600 ton setara beras. Sebelumnya pada tahun 2007 penyerapan gabah beras hanya sebesar 1,8 juta ton.

Untuk memenuhi target tersebut Perum Bulog telah mempersiapkan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Menprioritas Pengadaan Gabah/Beras disesuaikan dengan perkembangan harga dan pada waktu yg tepat dengan perbandingan gabah : beras = 50% : 50 %.
2. Memberikan insentif karung kepada petani/mitra.
3. Mengoptimalisasi Pelayanan Pengadaan dikantor dan fisik di gudang (buka 7 hari seminggu).
4. Dropping L/C (pendanaan) pengadaan lebih awal.
5. Penyediaan dana untuk opslag lebih dini (dana opslag dicairkan sesuai dropping L/C).
6. Peningkatan pelayanan berupa penyesuaian waktu & hari kerja pelayanan.
7. Bermitra dengan berbagai lembaga seperti :HKTI, Dewan Tani, KTNA, GAPOKTAN dan Perguruan tinggi.
8. Meningkatkan kualitas dan efisiensi melalui program GP4GB (Gerakan Peningkatan Penanganan dan Pasca Panen Gabah/Beras).

Langkah lainnya adalah mengaktifkan Unit Penggilingan Gabah Bulog (UPGB) dengan para satgas diwajibkan untuk “menjemput bola”, menambah jam dan hari kerja termasuk pada hari libur dan meningkatkan pelayanan. Para satgas juga diwajibkan menerima segala jenis kualitas gabah (sesuai tabel rafaksi) dengan harga berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan pada inpres no 3 tahun 2007 yang diperjelas dengan peraturan Menteri Pertanian no 38 tahun 2007 tentang pedoman pembelian gabah oleh pemerintah.

Adapun harga yang dipatok Perum Bulog berdasarkan HPP adalah Rp.2000 untuk gabah kering panen (GKP), Rp 2575 untuk gabah kering giling (GKG) dan harga beras sebesar Rp 4000. “Sebelum turunnya Inpress tentang HPP (Harga Patokan Pemerintah) tahun 2008, Perum Bulog tetap menggunakan inpres no 3 tahun 2007” jelas Mustafa.
Untuk itu dalam rangka mendukung pengadaan 2008, sampai dengan bulan Maret 2008, Perum Bulog telah mengeluarkan Rp 1,7 triliun yang berasal dari dukugan pendanaan perbankan seperti BRI dan Bukopin.
Menurut Mustafa, penyerapan gabah beras yang dilakukan saat ini diperuntukkan untuk persediaan beras nasional yang akan didistribusikan untuk program RASKIN, persediaan gawat darurat seperti bencana dan juga untuk kebutuhan dalam negeri.(nrt)

AddThis Social Bookmark Button