Strategi BULOG Menghadapi Musim Paceklik

Siaran Pers Perum BULOG tgl 18 Desember 2007 :

Dalam rangka menghadapi puncak paceklik pada bulan Desember 2007- Februari 2008, Perum Bulog bersama Departemen Perindustrian-Perdagangan dan Departemen Pertanian baru-baru ini telah melakukan observasi dan analisis khususnya mengenai perkembangan harga beras, stok masyarakat, dan persiapan panen. Observasi dan analisis dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Adapun hasilnya sebagai berikut:

1. Harga beras biasanya akan naik pada puncak paceklik Januari-Februari, karena produksi telah terhenti, serta stok masyarakat telah tipis. Namun, harga beras tingkat konsumen cenderung naik dalam dua minggu terakhir, terutama di Medan. Telah terjadi peningkatan spekulasi, karena dipicu oleh antisipasi kekurangan suplai di puncak paceklik, rencana kenaikan BBM, rencana kenaikan gaji PNS.

2. Panen MK2 cukup baik dengan luas panen bertambah (di atas sasaran normal), karena cukupnya curah hujan. Diperkirakan panen MK2 ini akan selesai akhir Desember. Puncak paceklik akan berlangsung pada Januari-awal Februari 2008. Harga beras pasti akan naik, namun yang perlu dicegah adalah jangan sampai terjadi spekulasi harga yang sulit terkendali, membuat harga tidak stabil dan sulit dikontrol.

3. Mulai pertengahan Februari 2008, diperkirakan akan mulai panen padi dalam luasan yang cukup tinggi, Tidak lama setelah itu, maka harga gabah/beras akan turun, seperti biasanya terjadi di setiap tahun.

4. Produksi beras/gabah MK2 dikuasai oleh banyak petani (luas) produsen untuk tujuan ketahanan pangan rumah tangga, disimpan (mutu gabah baik) untuk dijual pada puncak paceklik. Para petani produsen menahan stok untuk menikmati keuntungan di musim puncak paceklik. Para petani akses terhadap informasi harga beras tingkat nasional yang diperoleh melalui media massa dan TV. Harga beras di tingkat produsen saat ini cukup tinggi yaitu berkisar antara Rp 2.500-3.000/kg GKG.

5. Penggiling/pedagang yang umumnya menguasai stok secukupnya (normal) untuk keperluan jangka pendek, dan stok relatif merata (tidak bertumpuk pada segelintir pedagang), karena harga beras relatif stabil dengan ekspektasi harga yang juga stabil. Aktivitas perdagangan jual beli terus berlanjut. Kegiatan pemupukan stok beras/gabah oleh penggilingan/pedagang dimulai bulan September-Oktober (bulan puncak), untuk mengantisipasi harga tinggi (ekspektasi harga tinggi) pada akhir Desember, Januari dan Februari (puncak bulan paceklik). Pada musim MK2 juga mereka ingin menumpuk stok untuk menghadapi musim puncak paceklik mendatang.

6. Pada saat harga beras naik dalam beberapa minggu terakhir, masing-masing pedagang/penggilingan ingin menambah stok beras. Namun, banyak petani yang tidak bersedia melepaskan stok, demikian juga sesama pedagang/penggiling, masing-masing punya ekspektasi sama yaitu harga akan naik lagi dalam minggu-minggu mendatang, sampai puncak paceklik. Ekspektasi yang berlebih inilah yang perlu dicegah, jangan sampai terjadi spekulasi tinggi.

7. Kenaikan harga banyak dipengaruhi oleh Pasar Induk Cipinang yang akan mempengaruhi harga beras di Jawa, sedangkan di Sumatera daerah-daerah yang mempunyai pengaruhn cukup kuat terhadap kenaikan harga adalah Medan, Palembang/Lampung, Riau dan Padang.

8. Harga beras diperkirakan akan naik sampai dengan awal Februari, puncak paceklik. Kenaikan sekitar 5%/bulan di musim paceklik dianggap wajar. Dengan kenaikan harga yang stabil, sehingga para penggilingan/pedagangang tetap punya insentif untuk melakukan aktivitas penggilingan/penyimpanan/perdagangan. Yang perlu dicegah adalah jangan terjadi spekulasi harga atau membuat harga beras menjadi tidak stabil dan sulit dikontrol.

9. Pemerintah akan mencegah terjadi spekulasi harga yang membuat harga beras menjadi tidak stabil dan sulit dikontrol. Oleh karena itu, intervensi pasar menjadi penting untuk mencegah spekulasi harga tersebut. Instrumen intervensi pasar itu (langsung atau tidak langsung) melalui (i) penyaluran OPK (targeted hanya untuk Desember, bila perlu diperpanjang sampai dengan Januari), (ii) OSHB, (iii) serta penyaluran Raskin dipercepat.

Berdasarkan analisis dan observasi tersebut, maka akan dilakukan berbagai langkah sebagai berikut:

1. OPK targeted akan segera diperluas, sebagian telah disalurkan. OPK targeted ini akan diperpanjang sampai dengan Januari 2008, kalau harga beras masih kurang stabil. Harga OPK targeted dinaikan menjadi Rp 1.600/Kg. Total yang akan disalurkan dapat mencapai hampir 300 ribu ton.

2. Penyaluran Raskin 2008 dilaksanakan paling lambat minggu ke dua Januari, yang kemudian dilanjutkan penyalurannya pada minggu pertama Februari. Total Raskin yang akan disalurkan per bulan mencapai 200 ribu ton.

3. Stok OSHB dianggap telah mencukupi, tidak perlu menambah impor. Pada saat sekarang telah disuplai ke pasar sekitar 50 ribu ton, dengan berbagai kualitas Premium. Bulog masih memiliki stok OSHB yang cukup untuk itu. Apabila masih kurang dan harga juga belum stabil, maka Bulog akan menggunakan stok PSO untuk keperluan itu. Bulog menguasai stok PSO mencapai hampir 1,7 juta ton. Itu lebih dari cukup untuk keperluan stabilisasi harga.

4. Mekanisme penyaluran OSHB dirancang berbagai pola penyaluran/distribusi, tidak berpatok hanya pada satu pola. Dengan cara ini, efektivitas intervensi akan lebih terjamin. Diantaranya adalah:
o mengikuti pola yang telah ada, memerankan Aplindo;
o model penyaluran langsung via kios Bulog seperti yang diterapkan di NTB/Jateng, yang kemudian diikuti oleh Divre Medan;
o penjualan via truk di pasar-pasar utama, seperti yang pernah dilakukan dalam OPM tahun lalu.

5. Melihat kenaikan harga beras tidak merata disemua tempat (berbeda dengan awal 2007 atau akhir 2006). Kenaikan itu banyak dipengaruhi oleh permintaan dari Medan, DKI dan Palembang, sehingga hal itu dapat mendorong kenaikan harga beras di wilayah produsen. Oleh karena itu, OSHB diprioritaskan pada 2 wilayah itu saja, yaitu Medan dan DKI. Itu tidak berarti di wilayah lain akan diabaikan, bergantung pada perkembangan harga tingkat konsumen. Bulog menguasai stok yang cukup untuk hal itu.

Sumber : Humas BULOG

AddThis Social Bookmark Button