Dinsos Probolinggo Gelar Rakorev Program Subsidi Rastra

Probolinggo (Kabarpas.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) program subsidi beras sejahtera (Rastra) tahun 2017 untuk tribulan II di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo.

Rakorev ini diikuti oleh 84 orang peserta terdiri dari Tim Koordinasi Kabupaten Probolinggo, Tim Pelaksana Kecamatan, Camat dan TKSK se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir dari Polres Probolinggo, BULOG Sub Divre Probolinggo, Dinsos dan Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani mengungkapkan program subsidi Rastra masuk dalam kluster I (satu) program penanggulangan kemiskinan tentang bantuan perlindungan dan jaminan sosial yang bersinergi dengan program pembangunan lainnya seperti program perbaikan gizi, peningkatan kesehatan dan pendidikan.“Pelaksanaan penyaluran dan pendistribusian program subsidi Rastra tahun 2017 masih menggunakan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastra tahun 2017 yang ditetapkan berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015,” katanya.

Menurut Retno, sasaran program subsidi Rastra tahun 2017 adalah untuk mengurangi beban pengeluaran KPM di Kabupaten Probolinggo yang berjumlah 153.051 KPM atau naik sebesar 9,11% dari tahun 2016 yaitu sebesar 139.137 KPM, sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan beras melalui penyaluran beras bersubsidi sebanyak 15 kg/RTS/bulan dengan harga tebus (HTR) Rp 1.600 per kg netto di tempat penyerahan yang telah disepakat (Titik Distribusi).

“Tujuan program subsidi Rastra adalah untuk mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Pagu program subsidi Rastra di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2017 sebesar 153.051 KPM,” jelasnya.

Retno menerangkan pelaksanaan penyaluran dan pendistribusian serta penjualan subsidi Rastra tahun 2017 harus sesuai dengan data by name by adress yang tercantum dalam DPM-1 tahun 2017 dan apabila dipandang ada sebagian penerima manfaat yang tidai tepat sasaran, maka diperlukan perubahan penerima manfaat melalui Musdes/Muskel (Musyawarah Desa/Musyawarah Kelurahan).

“Jumlah Rastra yang diterima oleh setiap KPM pada tahun 2017 adalah 15 kg/KPM/bulan atau tidak boleh Bagito (Bagi Roto) dan dengan harga tebus rastra (HTR) sebesar Rp 1.600 per kg pada titik distribusi. HTR tidak boleh melebihi Rp 1.600 per kg dengan dalih untuk operasional karena sudah tercantum dalam ADD tahun 2017,” terangnya.

Lebih lanjut Retno menambahkan penyaluran dan distribusi program subsidi Rastra tahun 2017 sampai tanggal 25 Juli 2017 sebesar 14.396.640 kg atau 52,26% dari pagu Rastra tahun 2017 sebesar 27.546.180 kg. (*).(eB)
Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Agus Hartanto
Sumber: kumparan.com/kabarpaspasuruan