Title - Mensos Tutup Bsb I Dan Ii Bagi Warga Terdampak Covid-19

Mensos Tutup Bsb I Dan Ii Bagi Warga Terdampak Covid-19

KENDAL - Menteri Sosial, Juliari P Batubara, mendistribusikan Bantuan Sosial Beras (BSB) tahap I dan II yang terakhir tahun 2020. BSB yang menyasar 1.560.000 keluarga penerima manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Tengah (Jateng) itu dilakukan dalam acara Kunjungan dan Penutupan Penyaluran (Flag Off) BSB di Gudang Bulog Sumberejo, Kaliwungu, Kendal, baru-baru ini.

Menurut Mensos, karena KPM dan PKH masih termasuk keluarga rentan dan miskin sehingga perlu perhatian ekstra dari pemerintah, terutama selama masa pandemi Covid-19. “Program BSB ini merupakan salah satu Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diluncurkan pemerintah sebagai upaya untuk menekan beban pengeluaran para KPM dan PKH pada masa pandemi Covid-19,” terangnya. Menurut dia, beras yang disalurkan untuk program BSB ini adalah beras medium.

Pemenuhan BSB itu bersinergi dengan Perum Bulog, Dinas Sosial, transporter, dan pendamping PKH. Dengan diberikannya tambahan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, diharapkan kebutuhan dasar para KPM dan PKH tercukupi. Sentuhan Berbeda “Penyaluran bantuan ini di seluruh Indonesia sudah bagus, Bulog pun sudah berpengalaman. Jika dibandingkan dengan pemberian bantuan tunai lainnya, BSB ada sentuhan yang berbeda. Penerima bantuan bersyukur dan senang,” ungkap Juliari.
Mensos menjelaskan, BSB merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hadir dalam acara kunjungan Mensos tersebut, Bupati Kendal, Forkopimda, para anggota DPRD Kendal dari Fraksi PDIP, kelembagaan masyarakat, dan perwakilan Bulog, serta undangan lainnya. Bupati Kendal, Mirna Annisa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mensos atas bantuan BSB tersebut. Dia berharap bantuan itu bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Mensos Juliari atas penyaluran bantuan selama ini kepada masyarakat Kendal yang membutuhkan. Ini sangat membantu dan bermanfaat pada masa pandemi saat ini,” kata Mirna. Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Kendal, Imam Barizi mengatakan, beras baatuan itu masih layak dikonsumsi dan sudah melalui uji laboratorium oleh Bulog.

“Total penerima PKH di Kendal 39.719 KPM, tiap KPM mendapatkan 15 kilogram selama tiga bulan, yakni yang sudah bulan Agustus, September, dan Oktober 2020,” terangnya kepada wartawan. Acara ditutup dengan pelepasan transporter untuk pendistribusian BSB oleh Mensos Juliari P Batubara didampingi Bupati Kendal, Mirna Annisa.

AddThis Social Bookmark Button