Title - 4.298 Ton Beras Sasar 95.517 Kpm

4.298 Ton Beras Sasar 95.517 Kpm

Launching Bantuan Sosial Beras (BSB) resmi digelar Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey. Sebanyak 4.298 ton beras bakal diluncurkan. Sasarannya kepada 95.517 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di 15 kabupaten dan kota wilayah bumi Nyiur Melambai.

Peluncurannya bertempat di Lobi Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (12/9). Adapun bantuan BSB tersebut, setiap KPM akan mendapatkan 15 kilogram per bulan selama 3 bulan berturut-turut. Ini untuk periode Agustus sampai Oktober 2020. Pada kesempatan itu, Olly secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) beras sebanyak 458 ton untuk 10.197 KPM Manado.

Olly mengatakan, penyaluran BSB merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Sulut yang terdampak Covid-19. “Saya kira kegiatan hari ini kita melaksanakan amanat dari pak presiden terhadap masyarakat yang ada di Sulut yang mendapatkan program PKH. Baik bantuan tunai maupun berbentuk bantuan beras, kita salurkan terus selama pandemi ini,” kata Olly.

Dijelaskan, Pemprov sudah menyalurkan seluruh masyarakat yang mendapatkan manfaat dari peran pemerintah pusat. "Semoga mereka dapat memanfaatkan bantuan pemerintah pusat ini dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Selain untuk KPM Manado, Olly juga menyerahkan secara simbolis BSB sebanyak 418 ton bagi 9.309 KPM di Minahasa Utara, di halaman Kantor Kecamatan Wori. Sebagai informasi, syarat agar bisa menerima bansos beras ini yakni harus terdaftar dalam KPM PKH.

Syarat penerima bansos KPM PKH karena peserta PKH merupakan keluarga miskin dan rentan terdampak pandemi Covid-19. Peserta PKH Kementerian Sosial (Kemensos) harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dimana data tersebut telah dimutakhirkan. Kemudian, dalam keluarga peserta PKH terdapat anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas yang perlu mendapatkan perlindungan dan pemenuhan nutrisi.

Program PKH telah memiliki struktur sumber daya manusia (SDM) yang baik sehingga lebih memudahkan dalam proses pendampingan dan pemantauan program bansos besar. Kemudian terakhir, peserta PKH bukan sasaran program Bantuan Sosial Sembako (BSS) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Tujuan dari diluncurkannya bantuan sosial beras ini adalah untuk mengurangi beban pengeluaran KPM PKH. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan berupa beras untuk kebutuhan sehari-hari selama pandemi Covid-19.

PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Program ini telah digelar sejak 2007. Adapun peluncuran BSB turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen, Kepala Dinas Sosial Rinny Tamuntuan, jajaran Bulog dan warga penerima bansos. (*)

AddThis Social Bookmark Button