Cadangan Pangan Di Ntt Tercukupi

Kupang (ANTARA) - DPRD Nusa Tenggara Timur meminta pemerintahan Viktor Laiskodat dan Josef A Nae Soi memastikan bahwa cadangan pangan bagi masyarakat di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini tercukupi dalam menghadapi ancaman cuaca buruk.

"Untuk tahun 2020 ini, kami minta agar pemerintah daerah NTT memastikan agar cadangan beras untuk masyarakat NTT benar-benar tercukupi," kata Wakil Ketua DPRD NTT Inche Sayuna dalam rapat paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Rabu (8/1).

Dia mengatakan, cuaca ekstrem dan anomali iklim selalu melanda wilayah provinsi berbasiskan kepulauan itu setiap tahun sehingga perlu langkah antisipasi cepat dan tepat terkait ketersediaan pangan dari pemerintah daerah.

Untuk itu pihaknya meminta Bulog bersama-sama pemerintah provinsi dan para bupati dan wali kota untuk terus berkoordinasi dalam rangka memastikan bahwa pasokan beras tercukupi.

"Kami juga minta agar rumah sakit milik pemerintah maupun swasta agar terus waspada dan mengantisipasi wabah penyakit yang bisa menimpa masyarakat dalam kondisi cuaca seperti ini," katanya. Massa Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTT sedang berdialog dengan sejumlah anggota DPRD NTT. (ANTARA/Katrin Lamablawa)

Politikus Partai Golkar itu juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat agar mengantisipasi titik-titik rawan bencana di seluruh wilayah NTT seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengimbau masyarakat di wilayah NTT untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama Januari-Februari 2020.

"Diperkirakan pada Januari terjadi hujan dengan durasi yang lama dan intensitas sedang-deras serta puncak hujan di ebruari dengan potensi bisa menimbulkan bencana alam," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Ota Welly Jenni Thalo secara terpisah kepada Antara di Kupang.

BMKG memprakirakan pada Januari terjadi hujan dengan durasi yang lama dan intensitas sedang-deras serta puncak hujan di Februari dasarian I dan II.

Hujan dengan durasi yang lama, dengan intensitas sedang-deras yang dapat mengakibatkan bencana hidrologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air serta menyebabkan terganggunya aktivitas transportasi darat, laut, dan udara.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai angin kencang yang menyebabkan rumah, balih, dan pohon tumbang, serta mewaspadai gelombang tinggi yang berbahaya bagi kapal-kapal laut yang membawa penumpang dan barang.

AddThis Social Bookmark Button