Title - Bulog Pastikan Stok Pangan Kota Serang Aman

Bulog Pastikan Stok Pangan Kota Serang Aman

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub-Divre Serang memastikan pangan di Kota Serang aman. Sebab, hingga saat ini, persediaan beras premium di gudang Bulog masih sekitar 7.000 ton, sehingga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Serang.
Kepala Bulog Sub-Divre Serang Renato Horison mengatakan, kerawanan pangan merupakan suatu kondisi ketidakmampuan individu atau sekumpulan individu di suatu wilayah, untuk memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk hidup sehat dan aktif.
“Merujuk hal tersebut, sebenarnya Kota Serang bukan masuk dalam kategori itu. Sebab, stok atau persediaan Bulog masih cukup atau tersedia,” katanya, Sabtu (16/11/2019).
Selain itu, dia menjelaskan, untuk menjaga stabilisasi beras, Bulog menyalurkan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium ke sejumlah pasar di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
“Kami juga melakukan operasi pasar (OP) untuk menjaga stabilisasi harga beras. Jadi, tidak hanya di Kota Serang, tapi di beberapa pasar lainnya,” ujarnya.
Bahkan, ucap dia, realisasi penyerapan KPSH tahun ini, untuk Kota Serang sebanyak 762 ton, Kabupaten Serang 1.397 ton, dan Kota Cilegon 287 ton. Jadi, meskipun situasi saat ini paceklik dan gagal panen akibat kemarau panjang, kondisi pangan tetap terjaga. Sebab, ketersediaan beras di Bulog aman terkendali.
“Jadi, tidak ada kerawanan pangan di Kota Serang. Bahkan, untuk di Kota Serang, masyarakat bisa dengan mudah dalam mengakses pangan. Masyarakat bisa datang langsung ke gudang Bulog atau ke Rumah Pangan Kita (RPK). Kami pun rutin menyalurkan KPSH melalui OP,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Andriyani mengatakan, ketersediaan beras di Kota Serang baru mencapai 42.328 ton per tahun. Sementara, yang dibutuhkan sekitar 69.889 ton beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Serang. Dari total 655.004 jiwa, dengan konsumsi beras hingga 106,7 kilogram per kapita per tahun.
“Hal ini berdasarkan data 2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten. Lahan pertanian Kota Serang saat ini ada sekitar 7.900 hektare dari sebelumnya 8.700 hektare. Dikalikan dengan dua kali panen itu belum bisa mencapai kebutuhan Kota Serang. Artinya, kami defisit sekitar 20.000 ton,” katanya.
Berdasarkan penilaian Pola Pangan Harapan (PPH), Kota Serang baru mencapai 82 poin. Angka tersebut, lebih rendah dibandingkan daerah-daerah maju di Provinsi Banten, sedangkan idealnya 100 poin dan untuk daerah maju mencapai 90 poin. Kondisi tersebut, bisa berakibat menjadikan Kota Serang sebagai daerah yang rawan pangan.
“Sebab, salah satu faktornya, adalah ketersediaan pangan untuk masyarakatnya belum terpenuhi. Maka, saat ini kami sedang membuat peta rawan pangan,” ujarnya. (Rizki Putri/Yandri)*

AddThis Social Bookmark Button