Title -  Stok Beras Surakarta Cukup Untuk Dua Tahun

Stok Beras Surakarta Cukup Untuk Dua Tahun

Solo (ANTARA) - Stok beras yang ada di gudang Bulog Subdivre III Surakarta, Jawa Tengah, bisa mencukupi kebutuhan untuk dua tahun ke depan dengan besaran 36.700 ton.
"Dari total stok ini, 30.000 ton di antaranya beras medium, sedangkan sisanya merupakan beras kualitas premium dan campuran," kata Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Mika Ramba Kendenan di Solo, Jateng, Rabu.
Ia mengatakan stok tersebut akan terus bertambah mengingat Bulog masih melakukan penyerapan di lapangan. Bahkan, dikatakannya, pada tahun ini realisasi penyerapan masih jauh dari target.
"Dari target 75.000 ton penyerapan pada tahun 2019, sejauh ini realisasinya baru 22.000 ton," katanya.
Ia mengatakan tersendatnya penyerapan kali ini salah satunya karena harga beras dan gabah di pasaran dalam kondisi bagus, sementara Bulog baru bisa masuk untuk membeli gabah dan beras di petani ketika harga jatuh.
Pihaknya menjamin dari total stok beras yang dimiliki Bulog saat ini tidak ada yang mengalami turun mutu.
"Bahkan beberapa waktu lalu, tepatnya bulan Juni 2019 kami melakukan pengiriman ke Sumatera Barat sebanyak 1.000 ton. Tidak ada komplain terkait kualitas maupun kuantitas. Padahal beras yang kami kirim sudah tersimpan sekitar satu tahun," katanya.
Terkait dengan pengiriman nasional untuk mengurangi stok di gudang Bulog, pihaknya tidak dapat memutuskan mengingat untuk bisa melakukan pengiriman harus ada perintah dari pusat.
"Selama tidak ada perintah maka kami tidak bisa melakukan pengiriman," katanya.
Sementara itu, untuk mengejar target penyerapan pada tahun ini, Bulog juga melakukan penyerapan di lapangan dengan skim yang berbeda, yaitu dengan konsep "buy to sale".
"Kami beli ke petani baru kemudian disalurkan. Untuk sistem ini kami beli di atas harga HPP, (harga patokan pemerintah), kalau HPP beras kan Rp8.030/kg, ini kami beli dengan harga Rp9.000/kg dan dijual dengan harga di atas harga beli," katanya.
Ia mengatakan sejauh ini pelanggan Bulog untuk beras premium tersebut di antaranya sejumlah restoran dan hotel.
Aris Wasita

AddThis Social Bookmark Button