Title - Bulog Pastikan Stok Beras Aman Tahun Ini

Bulog Pastikan Stok Beras Aman Tahun Ini

JAKARTA, investor.id - Perum Bulog memastikan stok beras aman di tahun ini, lantaran stok beras Bulog saat ini mencapai 2,3 juta ton walaupun ditengah musim kemarau. Keseluruhan stok beras berasal dari hasil pengadaan dalam negeri yang dilakukan sejak Oktober tahun lalu.
Direktur Komersial Bulog Mansyur mengatakan, Bulog telah menyerap hingga 1,2 juta ton sejak awal tahun ini dengan kapasitas penyerapan mencapai 4.000 ton, namun angka penyerapannya masih bisa lebih tinggi.
“Kalau kita melihat tren pengadaan, kita sebenarnya pernah mencapai 12.000 (ton per hari apabila saat panen raya. Nanti puncak panen (gadu) mungkin Agustus, bisa saja serapannya kembali naik atau barangkali sama seperti tahun lalu 8.000 sampai 10.000 ton per hari,” ujarnya usai menghadiri rapat koordinasi terkait cuaca dan dampaknya terhadap produksi tani serta percepatan peremajaan sawit rakyat, Selasa (6/8).
Selain itu, ia menyebut bahwa stok beras hingga Desember 2019 bisa terjaga di angka 1,5 juta sampai 1,7 juta ton dengan mendorong penyerapan hingga 8.000 ton hingga 10.000 ton pada puncak musim panen gadu, Agustus. Kendati demikian, ia memastikan stok beras Bulog yang berasal dari impor sudah tidak ada.
“Artinya begini penyerapan kita kan sampai hari ini 1,2 juta ton. Sampai dengan akhir tahun 1,5-1,7 juta ton punya stok,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Kooridnator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini stok Bulog masih aman. Kendari demikian, angka pasti terkait stok beras terebut masih dalam penghitungan dan koordinasi.
“Kalau menurut Bulog stok sih masih aman. Ditengah situasi musim kemarau saat ini (Bulog) masih memiliki stok banyak. Oleh karena itu, kita rapat bikin hitungannya, dan akan ada rapat kembali dengan hitungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Bulog,” jelasnya.
Pada September menurutnya masih ada panen, sebab saat ini sudah dilakukan penanaman dan akan ada panen gadu (panen musim kering). Saat ini masih belum diketahui seberapa luas kekeringan, sehingga harus terus dipantau.
“Kekeringan seberapa luas kalau Jawa Timur dan Jawa Tengah, jika di lahan pertanian masih ada pengairannya maka kondisi padi dalam keadaan baik. Tapi kita nggak tahu kondisi besok dan lusa sehingga harus terus diamati,” tuturnya.


INVESTOR ID

AddThis Social Bookmark Button