Title - Hadapi Libur Natal Dan Tahun Baru, Stok Pangan Di Bulog Yogyakarta Dipastikan

Hadapi Libur Natal Dan Tahun Baru, Stok Pangan Di Bulog Yogyakarta Dipastikan

Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY memastikan stok pangan di DIY mencukupi untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2019. Saat ini, empat gudang yang dimiliki oleh Bulog DIY sudah penuh dengan beberapa komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, daging kerbau ataupun tepung terigu.

Kepala Bulog Divisi Regional DIY Kedu dan Banyumas, Ahmad Kholisun mengungkapkan, saat ini stok beras yang ada di empat gudang Bulog ada sebanyak 12.128 ton. Sementara gula pasir, Bulog masih memiliki persediaan sebanyak 4.365 ton dan minyak goreng sebanyak 15.418 liter.

"Jumlah tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat DIY selama beberapa bulan ke depan,"ujarnya.

Biasanya, di Gudang Bulog juga ada persediaan tepung terigu yang siap didistribusikan ke masyarakat. Hanya saja, untuk kali ini Bulog DIY Kedu dan Banyumas sama sekali tidak memiliki stok tepung terigu. Alasannya, konsumsi tepung terigu di DIY sudah mencapai 300 persen dari alokasi yang diterima oleh Bulog.

Tingginya konsumsi tepung terigu di wilayah ini dikarenakan DIY merupakan salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia. Makanan berbahan tepung terigu di DIY sangat laku untuk dijual sehingga kebutuhan tepung terigu sangat tinggi. Alokasi tepung terigu untuk Bulog ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan dari masyarakat DIY.

"Kekosongan tersebut lantas diisi oleh sektor swasta. Sehingga tidak ada kelangkaan tepung terigu,"tambahnya.

Kholisul mengakui realisasi penyaluran beras, gula dan minyak goreng sampai saat ini memang masih minim. Di luar untuk menyuplai sebagian kebutuhan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta Operasi Pasar sepanjang tahun, pihaknya memang menjual kebutuhan pokok tersebut melalui mitra kerja, Rumah Pangan Kita (RPK) atau outlet yang lain.

Saat ini, realisasi penjualan melalui mitra kerja Bulog masih sangat minim yaitu sekitar 7 %. Sementara penjualan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) juga masih rendah karena baru 6% dan Toko Pangan Kita (TPK) hanya 13 %. Beberapa upaya memang Bulog lakukan untuk mendorong peningkatan penjualan melalui ketiga saluran pemasaran tersebut.

"Kalau realisasi operasi pasar juga masih sedikit dan selalu fluktuatif,"tambahnya.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Probo Sukesi menuturkan, Bulog memang memiliki peran untuk menstabilkan harga. Kenaikan beberapa komoditas pangan saat ini masih dalam kategori yang wajar dan Bulog mampu mengendalikannya.

Hanya saja, beberapa waktu yang lalu memang sempat terjadi lonjakan harga daging ayam yang dikarenakan beberapa faktor. Untuk mengendalikan harga ayam tersebut, Bulog mengaku tidak memiliki stok yang cukup sehingga tidak mampu melaksanakan operasi pasar dengan efektif.

"Alasannya dulu karena tidak memilik fresher (alat pendingin) yang memadai. Kami kini tengah berpikir akan mengalokasikan anggaran untuk membantu pengadaan alat penyimpan daging tersebut. Sehingga nantinyaBulog juga memiliki stok daging ayam di samping daging kerbau yangsaat ini sudah ada,"terangnya. (erl/adn)

Sumber : https://kumparan.com/tugujogja/hadapi-libur-natal-dan-tahun-baru-stok-pangan-di-bulog-yogyakarta-dipastikan-cukup-1543992850515410371

AddThis Social Bookmark Button