Title - Pemerintah Sepakati Impor Jagung Pakan Hingga 100 Ribu Ton

Pemerintah Sepakati Impor Jagung Pakan Hingga 100 Ribu Ton

MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk membahas mengenai pangan. Dalam rakor tersebut telah disepakati untuk mengimpor komoditas jagung untuk pakan ternak sebanyak 50 ribu hingga 100 ribu ton.
"(Impor jagung pakan ternak) Sudah disepakati di rapat," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita usai rakor di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/11).
Impor jagung untuk pakan ternak tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menstabilkan harga jagung pakan ternak yang tinggi saat ini. "Jagung kan mahal nih supaya terjangkau, maka diintervensi," katanya. Adapun skema jual beli jagung pakan ternak impor tersebut akan dieksekusi oleh Bulog.
Sebelumnya, Dirut Perum Bulog Budi Waseso yang keluar lebih dulu usai rakor hanya mengatakan bahwa rapat tersebut hanya membicarakan untuk menyikapi kebutuhan jagung untuk petani. Ia pun enggan menanggapi lebih lanjut apakah sikap yang dimaksud adalah dengan melakukan impor jagung atau tidak. "Hanya membicarakan menyikapi kebutuhan jagung untuk petani. Itu aja," ucapnya.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang keluar setelah Budi Waseso pun hanya menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas mengenai stabilisasi harga pangan. Ketika membicarakan mengenai harga jagung yang naik saat ini, Amran mengatakan harga jagung memang harus diperhatikan, khususnya bagi peternak.
"Memang ada pergeseran sekarang ini, karena biasanya kita impor gandum untuk ternak, sampai hari ini ngga ada. Ada pergeseran perusahaan-perusahaan tertentu membeli jagung ke petani sehingga harga naik. Ini Insya Allah dalam waktu dekat kita atasi," tandasnya. (OL-6)

AddThis Social Bookmark Button