Title - Harga Beras Mulai Naik, Menko Darmin: Stok Di BULOG Cukup

Harga Beras Mulai Naik, Menko Darmin: Stok Di BULOG Cukup

JAKARTA - Dalam dua sampai tiga hari belakangan, harga beras mulai merangkak naik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan harga beras kualitas median di tingkat penggilingan mulai merangkak naik rata-rata 0,68% menjadi Rp9.198 per kilogram.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kenaikan harga beras bukan terkendala masalah stok. Sebab stok beras pemerintah yang dipegang oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logisitik (Perum Bulog) masih sangat mencukupi.

Berdasarkan laporan dari Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, stok beras yang dimiliki oleh pemerintah sebesar 2 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari beras medium sebanyak 1,8 juta ton dan beras premium 200 ribu ton.

"Jadi kita menunjukan stok di Bulog cukup. Di Bulog 1,8 juta yang medium, kemudian yang premium 200.000 ton hampir 2 juta ton," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Jumlah tersebut lanjut Darmin masih bisa bertambah. Sebab lanjutnya masih ada panen raya yang akan terjadi di kuartal ke 3 tahun 2018 ini.

"Produksi masih berjalan walaupun masih kecil, jadi akan terus bertambah," ucapnya.

Darmin juga menyebut jika masalah stok hingga akhir tahun akan tetap terjaga. Dirinya memperkirakan akan stok beras hingga akhir tahun akan tetap berada diangka 2 juta ton meskipun sudah dilakukan operasi pasar sekalipun.

"Sampai akhir tahun dikurangi operasi pasar mungkin kita masih diatas 2 juta ton, sehingga kita mengatakan stok amam sampai dengan musim panen februari maret mendatang," jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo siang ini memanggil sejumlah Menteri dan juga Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logisitik (Perum Bulog) untuk menggelar Rapat Terbatas mengenai kenaikan harga beras di Istana Merdeka. Turut hadir Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hingga Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita.

(feb)

(rhs)

AddThis Social Bookmark Button