Title - Fakta-fakta Penjualan Beras Sachet Rp2.500 Milik BULOG

Fakta-fakta Penjualan Beras Sachet Rp2.500 Milik BULOG

JAKARTA - PT Perum Bulog mulai mengenalkan beras dengan merek KITA dalam ukuran 200 gram atau sachet. Biasanya beras dengan merek kepunyaan Bulog ini berukuran 5-10 kilogram (kg).

Pemasaran beras sachet ini dimaksudkan memotong langsung mata rantai distribusi beras yang selama ini sangat panjang. Dengan demikian, beras yang dinilai tetap berkualitas meski dalam ukuran sachet ini bisa dinikmati dengan harga murah oleh masyarakat.

Pasalnya, dengan dibanderol 2.500 per sachet maka setiap masyarakat dari kalangan bawah hingga atas bisa menikmatinya. Hal ini juga untuk memastikan ketersediaan pasokan beras di masyarakat oleh Bulog.

Berikut fakta-fakta mengenai beras sachet yang dirangkum Okezone, Senin (9/7/2018).

1. Harga Rp2.500 dengan ukuran 200 gram

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, beras sachet dijual dengan ukuran 200 gram seharga Rp2.500 per bungkus. Beras ini pun memiliki kualitas premium.Pria yang akrab dipanggil Buwas ini juga menilai ukuran 200 gram dapat menjadi 3 porsi piring. "Satu sachet itu kalau dimasak bisa jadi 3 (porsi) piring," katanya di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

2. Beras sachet dijual di warung-warung

Buwas menyatakan, beras kemasan ini bisa dibeli pada toko-toko ritel BUMN dan ritel keseluruhan pasar. Sementara untuk kualitasnya, tentu dijamin yang terbaik.

"Itu hanya kemasan 200 gram, yang harganya relatif murah tapi terjamin kualitasnya dan itu nanti ada di warung-warung rokok, di warung kecil ada," kata dia di Blok M, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018." ujarnya.

3. Beras sachet sudah diproduksi di Jawa dan Sulawesi

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan, saat ini banyak terdapat di Jawa Barat Jawa Timur, Jawa Tengah, dan meluas ke Sulawesi Selatan. Menurutnya, beras sachet diminati masyarakat, hal ini ditandai dengan peningkatan produksi.

"Di Jawa Barat produksinya sudah sangat tinggi, kemudian gerak ke Jawa Tengah, Jawa Timur juga sudah produksi. Dan Sulawesi Selatan sudah produksi, artinya tanggapan atau respon masyarakat dengan beras renceng ini cukup bagus," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Untuk saat ini, di Jawa Barat terdapat sekira 11 ton beras sachet, sedangkan di Jawa Timur sebanyak 8 ton. Angka ini pun dapat bertamba seiring dengan banyaknya permintaan masyarakat ke depan.

4. Dalam waktu dekat NTB dan Bengkuli produksi beras sachet

Imam menyatakan, dalam waktu dekat produksi beras dengan merek KITA yang berukuran kecil ini, akan juga dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bengkulu.

“Dalam waktu dekat NTB, Bengkulu juga sudah akan mulai produksi,” katanya.

5. September 2018 beras sachet dijual di seluruh Indonesia

Iman menyatakan beras yang dijual di warung-warung kelontongan ini akan dilakukan secara merata di seluruh Indonesia pada September 2018.

"September harus sudah semua, karena memang baik kemasan juga mesinnya harus kita jaga, sehingga September sudah harus semua (seluruh Indonesia). Tapi intinya kita akan tambah terus," ungkapnya.

6. Pengusaha siap ikuti kebijakan pemerintah jual beras sachet

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, tentu peritel modern akan mengikuti apa yang diputuskan pemerintah terkait penjualan beras sachet.

"Prinsip di anggota ritel menjual 5 kg tapi kalau sachet-nya di bawah 5 kg itu menurut kami sebagai salah satu strategi untuk membuat memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendapat income mingguan dan ini semangat penting membeli beras ukuran tertentu dibanding yang memiliki income bulanan. Jadi ini startegi market," tuturnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin 4 Juni 2018.

AddThis Social Bookmark Button