Operasi Pasar Tidak Mendasar, Solusi Dengan Subsidi Harga Gabah

Jakarta – Langkah pemerintah menggelar operasi pasar beras medium dengan harga Rp 8.100 per kilogram (kg) di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, hanya bersifat parsial dan dinilai tidak efektif. Pemerintah seharusnya memprioritaskan subsidi harga gabah untuk menjawab persoalan mendasar dalam perberasan.
“Pendekatan operasi pasar hanya bersifat parsial dan tidak menyentuh secara menyeluruh dalam sebuah sistem tata niaga dan distribusi,” kata Petrus Budiharto yang juga Ketua Bidang Pendampingan dan Pemberdayaan, Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (Peta Nusa), di Jakarta, Rabu (11/10).
Dia menjelaskan, seandainya subsidi harga gabah yang diambil pemerintah maka masalah perberasan bisa diselesaikan. Misalnya, harga gabah kering giling (GKG) Rp 6.500/kg, disubsidi Rp 1.000/kg jadi pelaku penggilingan membeli pada harga Rp 5.500/kg dan petani dapat harga Rp 6.500/kg. Dengan rendemen GKG 65% maka harga beras medium di pasaran mencapai Rp 8.500 – Rp 9.000 per kg. Mekanisme seperti ini akan mendorong harga stabil karena ada kontrol pemerintah, petani juga senang dapat harga bagus, dan pelaku penggilingan bisa bekerja walau sekedar dapat upah dedak dan menir yg dihasilkan.
“Selain itu, konsumen juga senang karena harga terjangkau. Jadi semua pihak mendapatkan harga yang pantas,” tegas alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Ketua Umum Peta Nusa Bejo Rudiantoro juga menyampaikan keheranannya tentang kebijakan subsidi saat ini. Hal tersebut justru tidak menyelesaikan masalah tata niaga perberasan dari on farm sampai off farm. “Subsidi input yang diambil selama ini, seperti subsidi benih, pupuk, obat dan alat pertanian, patut dievaluasi secara mendalam. Peta Nusa mendorong agar ada perubahan mendasar dalam perberasan ini,” kata Rudiantoro.
Jangan sampai, kata dia, kebijakan yang diambil hanya bersifat pendekatan proyek yang justru menghabiskan anggaran negara.Sebelumnya, PT Food Station selaku pengelola tunggal Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), akan menyalurkan beras medium melalui operasi pasar sebanyak 75.000 ton dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 8.100 per kg.
Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya setiap minggu akan mengajukan volume beras yang menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) dari Perum Bulog. Untuk pekan ini, Food Station Cipinang mengajukan hingga 4.300 ton. "Kami ajukan untuk hari ini pertama 200 ton dan akan ajukan 4.300 ton untuk minggu ini. Per minggu kita ajukan," tutur Arief, Selasa.
Arief menjelaskan pihaknya mengajukan 200 ton beras medium menggunakan 13 truk untuk menyalurkan ke pedagang di Pasar Cipinang pada operasi pasar Selasa yang dibuka oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.
Menteri Enggartiaso menyampaikan pemerintah berkomitmen mendistribusikan cadangan beras yang dimiliki guna menstabilkan harga beras medium dan menjaga daya beli masyarakat melalui operasi pasar. "Operasi pasar beras yang dilakukan ini untuk mengisi kebutuhan dari beras medium yang sebenarnya ada, tetapi sekarang kami gelontorkan ini. Berapa pun kebutuhannya akan saya gelontorkan karena ini beras cadangan pemerintah," kata Enggartiasto seperti ditulis Antara.
Diketahui, operasi pasar digelar mulai Oktober 2017 sampai Maret 2018 dalam rangka mengatasi kelangkaan beras medium di Jakarta terutama setelah pemberlakuan HET beras.

AddThis Social Bookmark Button