Harga Meroket, Pemerintah Gelontorkan 75.000 Ton

JAKARTA - Pemerintah mulai melakukan intervensi harga beras jenis medium ke pasaran dengan melakukan operasi pasar (OP).
Sebanyak 75.000 ton beras medium digelontorkan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta kemarin. Kebijakan ini ditempuh pemerintah seiring meroketnya harga beras jenis medium di pasaran yang hingga kemarin terpantau di kisaran Rp9.025 per kilogram (kg). Harga ini melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp8.100 per kg. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka langsung operasi pasar tersebut. Enggar menjelaskan, operasi pasar yang digelar mulai Oktober 2017 sampai Maret 2018 ini dilakukan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) dari Perum Bulog.
”Operasi pasar beras yang dilakukan ini untuk mengisi kebutuhan dari beras medium yang sebenarnya ada, tetapi sekarang kami gelontorkan ini. Berapa pun kebutuhannya, akan saya gelontorkan karena ini beras cadangan pemerintah,” kata Enggar di PIBC Jakarta kemarin. Menurut Enggar, pasokan beras medium sebenarnya tersedia, tapi tersimpan di gudanggudang pedagang. Oleh karena itu, dia berharap operasi pasar ini dapat membuat beras medium yang tersimpan bisa dijual ke pasaran. Operasi pasar di DKI Jakarta akan disalurkan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya selaku BUMD pangan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pengusaha Beras dan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, PT Food Station berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Perdagangan DKI Jakarta, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta serta Satgas Pangan untuk pengawasannya. Menurut Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi, selaku pengelola tunggal PIBC, pelaksanaan OP kali ini menyertakan sejumlah aturan yang menuntut adanya pertanggungjawaban dari pedagang untuk memastikan operasi pasar dilaksanakan sesuai aturan yang ditetapkan.
Arief menjelaskan, operasi pasar ini tidak akan terus berlangsung jika sudah memasuki panen raya sehingga beras petani dapat diserap Bulog. ”Kalau sudah panen, saya rasa sudah tidak perlu operasi lagi. Sudah waktunya Bulog yang ambil. Jadi, ada turn over jangan disimpan terlalu lama,” kata Arief.
(Sudarsono/ ant)

AddThis Social Bookmark Button