Bulog Ganti Raskin Berkutu Di Lotim

SELONG—Adanya temuan beras untuk warga miskin (Raskin) berkutu di RT 34, Kelurahan Bermi, Pancor, Lombok Timur (Lotim), yang hendak dibagikan kepada masyarakat, akhirnya diganti Rastra baru oleh pihak Bulog.
Ketua RT 34, Atharudin menjelaskan bahwa penemuan beras berkutu yang akan dibagikan oleh masyarakat itu pertama kali ditemukan sendiri oleh masyarakat penerima. Dimana ketika karung beras dibuka, warga menemukan beras yang banyak kutunya.
Sehingga pembagian pun akhirnya dibatalkan, dan mereka memilih untuk melapor. “Dari sebanyak 23 karung yang diperuntukkan bagi masyarakat, ada sebanyak 4 karung beras yang kita temukan ada kutunya,” jelas Atharudin, Rabu kemarin (2/8).
Dilihat dari warna beras, sebenarnya tidak ada masalah. Sehingga sebagian masyarakat memilih untuk mengambil, dan menerima beras yang dibagikan. Namun agar permasalahan ini ditindak lanjuti, dan tidak menjadi polemik, akhirnya dia pun menelpon pihak Bulog untuk diperiksa.
Sementara itu, Kepala Sub Divre Bulog Lotim, Slamet Harianto mengatakan, kemungkinan penyebab adanya beras kutuan ini disebabkan dengan terlambatnya penyemprotan.
Namun melihat jumlah karung beras yang sedikit mengalami kutuan, diperkirakan itu terjadi pada saat mitra memasukkan beras ke gudang. “Kalau kita menemukan kembali dan mendapat laporan, kita akan langsung mengganti beras yang ada kutunya ini. Seperti yang kita lakukan disini,” terangnya.
Disampaikan, Lotim sendiri pada bulan ini menyalurkan beras sebanyak 2.075 ton Raskin, dari jumlah penerima yang tersebar di daerah. Namun dari jumlah desa yang ada saat ini, masih banyak desa yang memiliki tunggakan belum membayar Raskin. ”Jumlah desa yang belum membayar tunggakan saat ini sekitar 57 desa, dengan jumlah keseluruhan sekitar Rp 800 juta,” terangnya.
Adanya tunggakan yang masih banyak ini, tentu akan menghambat penyaluran Raskin pada bulan berikutnya. Sementara untuk stok Raskin sendiri dapat dipastikan masih aman selama 3 bulan kedepan. ”Jumlah persediaan yang kita miliki masih banyak, sekitar 6.000 ton masih ada. Karena setiap hari ada yang masuk (beras),” pungkasnya.
(gt)

AddThis Social Bookmark Button