Bulog Jabar Sedia 20.000 Ton Jagung

Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat meminta peternak ayam tak perlu khawatir dengan ketersediaan jagung untuk pakan ternak. Dari 200.000 ton stok jagung secara nasional selama 2017, Jawa Barat mendapat alokasi sebesar 20.000 ton yang mencukupi untuk empat bulan ke depan.

"Peternak tidak perlu khawatir, stok jagung di Jawa Barat aman. Kami memiliki stok 20.000 ton. Setiap saat kalau ada peternak yang mau beli, datang saja ke Bulog kita layani," ucap Kepala Bulog Divre Jabar Abdul Muis, Selasa, 4 Juli 2017.

Selama ini, Abdul mengaku, Bulog Jabar sudah lama memasok jagung untuk pakan peternak ayam. Kebutuhan jagung untuk Jawa Barat sudah rutin dipasok, misalnya untuk Sukabumi sekitar 3.000 ton per bulan.

Apabila ada peternak yang belum mendapat jagung, Abdul mempersilakan peternak untuk datang ke Divre Jabar ataupun ke tujuh subdivre. Dia memastikan cadangan jagung nasional di Bulog khusus untuk pakan peternak, bukan untuk konsumsi masyarakat.

"Jagung kita ini untuk pakan ternak. Pasokan dapat dari DKI dan Serang Banten, stok nasional kurang lebih 200.000 ton. Aman untuk stok selama setahun ini," katanya.

Untuk memperoleh jagung Bulog, Abdul menjelaskan, mitra atau pengusaha kecil menunjukkan surat permohonan pembelian jagung disertai rekomendasi dari dinas peternakan kabupaten/kota. Para peternak akan dilayani di tujuh subdivre dengan prosesnya hanya one day service atau satu hari pelayanan.

"Rekomendasi dari dinas memastikan bahwa pemohon adalah betul-betul peternak untuk dapat melakukan pembelian jagung ke Bulog," ujarnya.

Abdul menekankan, prosedur tersebut harus ditempuh peternak untuk menghindarkan distribusi jagung yang salah sasaran. Dia tak menginginkan jagung itu jatuh kepada yang bukan peternak, apalagi kepada spekulan.

"Tidak ada batasan minimal. Berapa pun jumlahnya kami layani," kata Abdul.

Walaupun panen jagung seret pada Juli-Agustus, Abdul memastikan tidak akan berpengaruh terhadap stok yang berada di Bulog. Menurut dia, penugasan jagung sudah ada keputusan presiden kepada Bulog untuk menjaga stabilitas harga jagung dalam negeri.

"Stok 20.000 ton jagung cukup untuk empat bulan. Untuk bulan selanjutnya, dipastikan aman," tuturnya.


(Asep Budiman)

AddThis Social Bookmark Button