Bulog Perluas Distribusi Suplai Ke Pasar Modern

Bulog memperluas pendistribusian bahan pokok hingga pasar modern. Bulog masuk ke pasar ritel karena kebutuhan gula yang tinggi menjelang Lebaran, sementara suplai dari distributor swasta terbatas.
Kepala Perum Bulog Divre Jatim Usep Karyana mengatakan, pada tahap pertama ada 8.000 kg gula yang disalurkan ke jaringan ritel modern Hero Group.
Gula tersebut menggunakan merek Manis Kita yang merupakan salah satu produk premium. ”Bulog menjalankan fungsi ketersediaan. Yakni, tidak sampai terjadi kekosongan stok komoditas,” tutur Usep.
Kegiatan tersebut sekaligus upaya Bulog untuk menjaga kestabilan harga. ”Meski masuk ke ritel, harga yang ditetapkan sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi, Red) pemerintah,” ujarnya.Sebagaimana diketahui, HET untuk gula dipatok Rp 12.500 per kg. Peluncuran perdana tersebut dilakukan di Giant Krian.
Berikutnya, produk tersebut didistribusikan ke gerai Hero Group di seluruh area Jatim dan Bali. Tercatat, stok gula Bulog 100 ribu ton. Sejalan dengan musim giling di beberapa pabrik gula di Jatim, mungkin stok terus bertambah. ”Produksi gula di Jatim terbesar nasional,” kata Usep.
Selain gula, ke depan mungkin juga disalurkan komoditas lain ke ritel modern. Antara lain produk premium Bulog seperti beras dan minyak goreng.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) Jatim April Wahyu Widati menambahkan, kebutuhan gula yang mendesak mendorong peritel untuk menggandeng Bulog. Selama ini, peritel mengandalkan pasokan dari distributor swasta.


(res/c11/sof/jpnn)

AddThis Social Bookmark Button