Raskin Jelek Jangan Dijual, Tukar Lagi Ke Bulog

Senin pekan depan, 852.030 kilogram beras rumah tangga sejahtera (rastra) yang dulu disebut beras miskin (raskin), akan dibagikan ke 56.802 keluarga di Karanganyar. Jumlah penerima rastra naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 51.638.

‘’Dibandingkan tahun lalu memang ada kenaikan setelah ada sinkronisasi data antara Kemensos dengan data warga miskin penerima rastra dari BPS. Karena itu, ada kenaikan hampir di semua daerah termasuk Karanganyar,’’ kata Kurnia, Kepala Gudang Bulog Sapen, kemarin.

Dia mengatakan, untuk April ini beras rastra akan dibagi dua kali, yang pertama mulai Senin pekan depan untuk jatah bulan Januari-Februari, kemudian pada akhir April akan dibagi lagi untuk bulan Maret-April.

Beras yang dibagikan adalah jenis medium hasil penyerapan pada September hingga November tahun 2016. Semuanya sudah disimpan dalam gudang Bulog Sapen dan siap dikeluarkan untuk dibagikan ke masyarakat yang berhak.

Kurnia berpesan, karena beras jenis medium, maka mohon dimaklum jika di antara tumpukan beras ribuan ton di gudang ada yang rusak. Kalau menemui beras seperti itu, dia meminta warga jangan bereaksi spontan dengan menjual dan dibelikan yang lain.

‘’Silakan beras itu diserahkan kembali ke petugas desa untuk ditukarkan ke Bulog. Kami siap mengantarkan beras pengganti dengan kualitas yang lebih baik dan tidak rusak.

Kalau dijual lagi, itu termasuk menyalahi aturan.’’ Pengalaman yang lalu, ketika ada beras rastra jelek, warga tidak menukarkan kembali ke Bulog, melainkan menjual dan membeli beras yang dikatakan lebih baik. Akibatnya, kemudian menjadi geger dan salah paham.

Mengecek

Dia menyadari, karena beras ditumpuk di gudang, pasti ada yang rusak karena ada di bagian bawah dan tidak mendapatkan udara.

Karena itu, tugas satgas desa dan kecamatan yang akan didampingi dari TNI dan Polres, agar mengecek beras yang akan dibawa dan dibagikan ke warga penerima.

Beras yang kondisinya rusak, kata Kurnia, jika masih memungkinkan diolah agar menjadi baik, akan diolah lagi.

Namun, jika tingkat kerusakannya parah, sudah menjadi bubuk, akan dibuang karena memang tidak bisa dimanfaatkan. Sementara itu, gudang Sapen saat ini sudah penuh dengan beras hasil serapan gabah ke lapangan.

Gudang berkapasitas 4.500 ton sudah penuh, sehingga beberapa waktu lalu dikirimkan ke Pontianak untuk mengurangi kapasitas dan kemudian bisa melakukan penyerapan ke lapangan lagi. Penyerapan beras dilakukan dengan patokan harga terendah Rp 7.150/kilogram dan tertinggi Rp 7.600.


(an-27)

AddThis Social Bookmark Button