Bulog Mulai Serap Beras Dari Mitra

Perum Bulog Divre Jawa Tengah mulai melakukan penyerapan beras dari mitra kerja. Hal itu dilakukan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pengadaan Perum Bulog Divre Jawa Tengah Ismoyo Dwi Djantoro mengatakan, apabila tahun sebelumnya pengadaan dimulai di bulan Februari, tahun ini Januari sudah ada pengadaan. ‘’Hingga sekarang total penyerapan beras oleh Bulog sudah mencapai 3.000 ton. Kondisi cuaca saat ini memberikan pengaruh pada volume serapan beras. Dalam sehari penyerapan gabah dan beras oleh gudang Bulog hanya sebesar 600 ton,’’ungkapnya saat pantauan di Gudang Bulog Katonsari Demak bersama Kasubdivre Semarang Gatot Hendro Waluyo, Selasa (21/2).
Kendati demikian, cuaca tersebut tidak memengaruhi kualitas gabah maupun beras yang masuk ke gudang, karena Bulog tetap berpegangan pada inpres. Sedangkan total kontrak dengan mitra kerja pada bulan ini sebesar 9.137 ton. Sebagai rincian, untuk Subdivre Semarang nilai kontrak sebanyak 1.842 ton, sedangkan realisasinya 787 ton. Subdivre Pati dari kontrak 1.965 ton realisasi 783 ton, Subdivre Surakarta kontrak 1.990 ton realisasi 864 ton, Subdivre Banyumas kontrak 260 ton realisasi 3 ton, Subdivre Kedu kontrak 260 ton realisasi 82 ton, dan Subdivre Pekalongan kontrak 820 ton realisasi 503 ton. “Masih banyak dari kontrak yang belum terealisasi karena mitra kerja masih terkendala untuk proses pengeringannya,” katanya.

Kadar Air
Sementara itu, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah berupaya memaksimalkan alat oven untuk menurunkan kadar air pada gabah. “Alat oven ini dapat menurunkan kadar air pada gabah yang sebelumnya di kisaran 25% menjadi 14%,” katanya.
Sesuai dengan instruksi presiden (inpres), maksimal kadar air untuk gabah kering panen yang masuk ke gudang Bulog yaitu 25%. Harga yang diberikan untuk gabah kering panen di atas alat angkut di depan pintu Bulog Rp 3.750/kg, sedangkan harga di penggilingan Rp 3.700/kg. gadakan proses pengovenan atau pengeringan sendiri dilakukan sekitar 8 jam untuk bisa memperoleh kadar air maksimal 14% atau disebut gabah kering giling. Selanjutnya, gabah kering giling tersebut melalui proses penggilingan untuk menjadi beras hingga mencapai derajat sosok minimal 95%. Baru selanjutnya gabah yang telah menjadi beras tersebut siap masuk ke gudang beras Bulog. Sedangkan jika mitra kerja ingin menjual gabah dalam bentuk gabah kering giling, untuk harga di atas alat angkut di depan pintu gudang Bulog sebesar Rp 4.650/kg. Untuk harga gabah kering giling di penggilingan Rp 4.600/kg.
Sementara itu, di penggilingan gabah UD Hasil Padi di Desa Meranak Wonosalam Demak juga mulai menyerap gabah dari petani. Kemudian, gabah dikeringkan dan digiling menjadi beras dan disetorkan di Gudang Bulog. Pemilik penggilingan gabag UD Hasil Padi, Kasmi mengatakan, selalu memperbarui kontrak rata-rata sekali dalam kurun waktu satu minggu. Untuk nilai kontraknya sekitar 450 ton/minggu. Meski demikian, diakuinya kondisi saat ini di mana intensitas hujan masih cukup tinggi berdampak pada penurunan volume beras yang dikirimkan ke gudang Bulog. “Kalau saat ini hanya sekitar 60 ton/hari pengiriman ke gudang Bulog, jadi dalam satu minggu tidak mencapai 450 ton,” katanya.

(K3-35)

AddThis Social Bookmark Button