Jaga Harga Gabah, Bulog Manfaatkan Dryer

Pemerintah terus melakukan strategi untuk menjaga kondisi harga gabah di tingkat petani. Mengingat, turunnya harga gabah sangat dipengaruhi curah hujan yang saat ini masih tinggi.
Berita Terkait
Menteri Amran: Indonesia Siap Pasok Beras Dan Jagung Ke Malaysia
Kemendes Minta Para Bupati Tetapkan Produk Unggulan
Bupati Kupang Optimis Swasembada Pangan Tercapai

Menurut Kepala Perum Bulog Djarot Kusumayakti, untuk mengantisipasi tingginya curah hujan yang berdampak pada kadar air di gabah petani, pihaknya memaksimalkan pemanfaatan alat pengering atau dryer yang ada.

"Kita akan manfaatkan dryer yang ada. Kita punya sekitar 36 dryer, akan kita maksimalkan pengoperasiannya," jelas Djarot kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/3).

Dia mengatakan, Bulog sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyerapan gabah hasil petani.

"Kita bekerja sama dengan pihak Kementan untuk melakukan langkah pertukaran informasi terkait info panen padi petani. Sehingga langkah serapan bisa berjalan cepat," ujar Djarot.

Namun begitu, dia juga mengakui bahwa jumlah alat pengering masih belum cukup. Karena itu, Bulog berencana akan bekerja sama dengan sejumlah pengusaha sehingga proses serapan gabah dapat maksimal.

"Dryer yang kita miliki masih kurang maka kita akan sewa dryer pengusaha lain yang ada di lapangan," demikian Djarot.


(Wahyu Sabda Kuncahyo )

AddThis Social Bookmark Button