Bulog Tambah Satu Ton Daging Kerbau Untuk Purwokerto Dan Sekitarnya

Sambutan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya terhadap daging kerbau Bulog ternyata cukup baik. Sebab sejak sebulan dipasarkan, banyak masyarakat yang mulai mengkonsumsi daging kerbau. Humas Bulog Sub Divre Banyumas, Priyono mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menjelang Natal 2016 dan tahun baru 2017, pihaknya akan menambahkan daging kerbau sebanyak satu ton. Untuk harga eceran tertinggi (HET) yang diberikan tetap Rp 65 ribu. “Kami mulai mendatangkan kembali stok daging kerbau minggu depan, mudah-mudahan bisa sebelum tanggal 25 Desember,” katanya. Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakkan) Kabupaten Banyumas, Widarso menambahkan, meskipun ketersediaan daging kerbau mulai merambah ke aea Banyumas, tetap tidak mempengaruhi stok dan pemasaran daging sapi. Menurutnya, hal ini hanay sebuah bentuk kebiasaany saja dari masyarakat.

“Ini kan soal selera, ada yang memang suka daging kerbau atau daging sapi, serta ada yang suka keduanya,” ujar Widarso. Dan mengenai kandungan gizi antara daging kerbau dan daging sapi, Widarso mengatakan, tidak ada permasalahan. Kedua daging itu memiliki nilai gizi sama takarannya yang menyesuaikan dengan masing-masing kapasitas. Penyediaan daging kerbau sebagai bentuk untuk menekan harga daging sapi, tidak ada dasarnya. Pasalnya menurut Widarso, ini hanya mengenai selera masyarakat. “Adanya daging kerbau hanya ntuk variasi pilihan daging, dan tergantung masyarakat mau mengkinsumsi yang mana,” kata Widarso. Widarso menambahkan, masyarakat Purwokerto yang masih asing dengan daging kerbau, bisa mencoba menyantapnya. Namun, untuk pemeliaraan, hewan sapi masih banyak dipilih. Sebab pertumbuhan dan perkembangan sapi dinilai lebih cepat. Namun, jika ke depannya permintaan kerbau terus meningkat, tidak menutup kemungkinan pihak Dinakkan Kabupaten Banyumas akan menyediakan.


(ely/acd)

AddThis Social Bookmark Button