Bulog Tuntaskan Penyaluran Beras Sejahtera Solok Selatan

Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Solok, Sumatera Barat, telah menutaskan penyaluran beras sejahtera (Rastra) untuk Kabupaten Solok Selatan dengan mendistribusikan beras untuk periode Oktober-Desember 2016.

"Berdasarkan informasi pihak Bulog mereka sudah mendistribusikan rastra triwulan III sejak Selasa (13/12) dan menuntaskannya hari ini," kata Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial, Perempuan, Keluarga Berencana (KB), Pemuda dan Olahraga Setdakab Solok Selatan Indra Yeni, di Padang Aro, Rabu.

Dia mengatakan, Rastra Solok Selatan triwulan III disalurkan sebanyak 413.820 kilogram untuk 9.188 rumah tangga sasaran yang tersebar di tujuh kecamatan.

Sedangkan total Rastra untuk Solok Selatan sepanjang 2016 sebanyak 1.653.840 yang disalurkan empat kali atau pertriwulan.

"Biasanya yang terakhir penyalurannya adalah untuk Lubuak Ulang Aling karena berasal dari Bulog Subdrive Sijunjung," katanya.

Dia mengungkapkan pada Kamis besok (15/12) pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan penyaluran rastra dari Nagari (desa adat) kepada masyarakat sehingga kecurangan bisa diminimalisir.

Berdasarkan hasil pantauan yang sudah dilakukan oleh pemerintah setempat sepanjang 2015 hingga 2016 berbagai permasalahan ditemukan seperti pendistribusian raskin yang tidak tepat sasaran, jatah rumah tangga sasaran masih kurang serta masyarakat mampu masih mendapatkannya, dan harga yang dinaikkan masih terjadi.

Selama tim melakukan tinjauan kata dia, hanya dua nagari yang tepat dalam menyalurkan rastra itu pun hanya masalah harga dan jumlah.

Untuk Nagari Bomas kata dia, hanya tepat harga sedangkan di Lubuak Ulang Aling tepat jumlah selebihnya tidak ada yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Permasalahan pendistribusian rastra ini katanya, karena data yang dipergunakan masih yang lama atau sejak 2011 silam sehingga banyak masyarakat yang di anggap sudah mampu tetapi masih masuk sebagai penerima.

"Kita juga tidak bisa berbuat dan bertindak lebih tegas lagi sebab data yang digunakan sudah kadaluarsa sehingga ada kebijakan dari pihak nagari dalam penyalurannya," katanya.

Selain permasalahan katanya, pihaknya juga menemukan masyarakat mampu yang mendapatkan jatah rastra tetapi setelah di ambil diberikan lagi pada warga lain yang ia anggap layak.


(Erik Ifansyah Akbar)

AddThis Social Bookmark Button