Operasi Pasar Beras Bulog Diserbu Warga

Sejumlah warga Kota Pekanbaru tampak antri dan antusias untuk membeli beras Operasi Pasar yang ditawarkan oleh Badan Urusan Logistik Riau-Kepulauan Riau di Jalan Cutnyakdien beberapa pekan terakhir ini.

"Harga beras di pasaran kini mahal, Rp11.000 per kilogram untuk merek Topi Koki asal Palembang," kata Surina warga Teratai, Pekanbaru, Rabu, yang dijumpai sedang ngantri.

Surina mengaku kalau beli beras di Bulog jauh lebih murah selisihnya mencapai Rp3.000 perkilogram.

"Kalau beli 10 kilogram sudah hemat Rp30.000, bisa beli lauk-pauk," terang ibu mengaku beranak lima ini lagi.

Eli (50) warga Jalan Nelayan yang mengaku baru kali pertama datang membeli beras di Bulogmart mengaku kaget dengan selisih harga yang didapatinya dengan selama ini saat ia membeli kepada tetangganya yang mengaku mendapat dari Bulog.

"Saya dan anak-mantu selalu beli Rp100.000 beras ukuran yang sama di tetangga, sementara di sini ternyata hanya Rp87.000," tegasnya.

Ia mengaku dengan sudah tahunya dia bahwa harga lebih murah di Bulogmart, mereka datang beramai-ramai langsung ke Bulog.

Dijumpai pada tempat yang sama Kepala Bidang Humas Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau-Kepri Hendra Gunafi di Pekanbaru mengakui dua pekan terakhir ini memang sempat terjadi antrian untuk pembelian beras OP Bulog itu dikarenakan pihaknya mengalihkan pelaksanaan pada acara Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI).

"Kami terbatas tenaga, jadi untuk mensukseskan HAKI kegiatan OP di kantor Bulog memang tutup," terangnya.

Sehingga sebut dia, saat dua tiga hari terakhir pascaacara, pihaknya baru aktif kembali terjadi penumpukan masyarakat yang butuh beras. Antusiasme pembeli tinggi.

"Lihatlah semua mulai terlayani kembali dan jam 10.00 WIB penjualan sudah habis," tegasnya.

Ia menambahkan OP Bulog ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras di pasar Pekanbaru. Selain juga membantu meringankan beban masyarakat yang memang membutuhkan beras kualitas premium dengan harga lebih murah dari pasar.

Selain juga untuk pemerataan bagi keluarga yang kurang mampu membeli beras mahal.

"Kami kini membatasi setiap pembelian kemasan 10 kilogram per orang, biar merata. Tidak melayani pembelian partai besar," katanya.

(vera Lusiana)

AddThis Social Bookmark Button