Panen Bagus, Bulog Indramayu Kelebihan Beras

Target pengadaan beras atau prognosa Bulog Sub Divre Indramayu telah melampaui target. Bahkan Bulog Sub Divre Indramayu mampu melakukan distribusi beras ke berbagai daerah di Indonesia. Wakil Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Yunus Usman mengungkapkan, target prognosa yang ditetapkan untuk Bulog Indramayu pada tahun ini mencapai 93 ribu ton setara beras. Sementara capaiannya sudah tercapai 97 ribu ton setara beras. “Sudah tercapai 107 persen dari target atau melampaui target,” ujar Yunus, Jumat (9/12).

Meski sudah melebihi target, penyerapan masih tetap berjalan. Saat ini, rata-rata penyerapan mencapai 100 – 200 ton per hari. Yunus menyatakan, untuk melakukan penyerapan, Bulog Indramayu memiliki 27 mitra kerja dan enam unit satker. Setiap hari, para mitra kerja dan satker terus bergerak melakukan penyerapan di lapangan.

Sub Divre Bulog Indramayu pun telah melakukan movnas maupun movreg. Untuk movnas, dilakukan ke Kalimantan Selatan, Aceh, Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Sedangkan movreg, dilakukan ke Cianjur, Bandung, Ciamis. “Untuk movnas dan movreg, kami kirimkan 29.750 ton beras,” terang Yunus.

Di tempat terpisah Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang mengakui pencapaian target penyerapan oleh Bulog Indramayu tak lepas dari meningkatnya produksi padi milik petani. Dia menyebutkan, produksi panen gadu I di Kabupaten Indramayu rata-rata mencapai 6,7 ton per hektare.

Sedangkan luas tanam gadu I sekitar 105 ribu hektare. Luas itu masih bertambah dengan adanya petani yang melakukan tanam gadu II. “Ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya produksi padi petani pada musim gadu ini,” kata Sutatang.

Adapun faktor itu, di antaranya fenomena La Nina di musim kemarau yang membuat ketersediaan air di lahan pertanian jadi tercukupi. Padahal, biasanya musim tanam gadu selalu terkendala kurangnya pasokan air. Selain itu, tambah Sutatang, serangan hama selama musim tanam hingga panen gadu juga relatif tidak banyak. Karenanya, tanaman padi terselamatkan dari serangan hama dan bisa berproduksi maksimal. Untuk harga gabah kering panen (GKP), harganya Rp 4.200 per kg dan gabah kering giling (GKG) seharga Rp 5.300 per kg di tingkat petani. Sementara beras di tingkat petani, sekitar Rp 8.000 per kg. Harga-harga itu lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk GKP, HPP-nya seharga Rp 3.700 per kg, GKG Rp 4.600 per kg dan beras Rp 7.300 per kg.


(oet)

AddThis Social Bookmark Button