Bulog Siapkan Operasi Pasar

Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat siap melakukan operasi stabilisasi harga beras dan pasar murni jika diperlukan. Meski demikian, harga rata-rata beras kelas medium saat ini, yaitu sekitar Rp 4.600 per kilogram, masih dianggap wajar.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar Agusdin Fariedh di Bandung, mengatakan, jika harga terus naik, beras akan dilempar ke pasar melalui operasi stabilisasi harga beras (OSHB). Harga beras itu sekitar Rp 4.450 per kilogram (kg) karena merupakan beras premium dan medium plus. Operasi dilakukan agar harga tidak melampaui Rp 4.750 per kg. Agusdin mengatakan, persediaan beras diupayakan sudah disalurkan sebelum mencapai harga itu.

Namun, harga diprediksi dapat menembus angka tersebut pada Januari. Mengingat itu, Bulog Jabar juga sudah menyiapkan operasi pasar murni (OPM). Meski demikian, diharapkan kenaikan harga tersebut tidak terjadi dan melalui operasi dapat ditekan.

Guna menekan harga beras, Bulog Jabar telah melakukan operasi pasar khusus (OPK) untuk penerima manfaat beras bagi rakyat miskin (raskin). Sebanyak 6.000 ton beras dengan harga Rp 1.600 per kg telah disalurkan di Jabar dari persediaan 24.000 ton. Hingga akhir Desember, sekitar 75 persen persediaan itu diharapkan dapat disalurkan agar dapat menahan kenaikan harga.

"Kalau bisa seluruhnya didistribusikan. Sempat ada kecenderungan harga naik, tetapi kembali stagnan dua hari terakhir karena kita sudah melakukan OPK," katanya.

Harga beras saat ini masih dinilai wajar berdasarkan kenaikan yang terkendali. Pada posisi akhir November, harga beras kelas medium sekitar Rp 4.400 per kg. Persediaan beras Bulog Jabar cukup hingga April 2008. Berdasarkan data Bulog Jabar per 14 Desember 2007, jumlah stok beras itu sekitar 128.000 ton.

Mengenai gabah, Agusdin mengatakan, harganya termasuk tinggi. Harga rata-rata Rp 2.400 per kg untuk gabah kering panen itu tidak begitu dipersoalkan. Sebab, selain menguntungkan petani, upaya menekan harga telah dilakukan pada komoditas beras. Penyerapan gabah sudah sulit dilakukan mengingat harganya yang tinggi. Target Bulog Jabar sendiri pada 2007 sebesar 250.000 ton sudah terlampaui dengan realisasi 259.000 ton. (ar)
(sumber: kompas)

AddThis Social Bookmark Button