Stok Sembako Cukup, Namun Harga Masih Tinggi Di NAD

Ketersediaan bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng curah, minyak tanah dan gula pasir di Provinsi NAD menjelang Ramadhan ini diperkirakan cukup. Namun, sangat sulit untuk mengontrol kenaikan harga.

Untuk menekan harga bahan-bahan pokok di pasaran umum tersebut maka Pemda NAD c/q Disperindag NAD melaksanakan Pasar Rakyat di beberapa kota yang memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, antara lain Kota Banda Aceh, Kab. Pidie Jaya, Bireun, Aceh Tamiang, Kutacane dan Meulaboh. Dalam hal ini Perum BULOG Divre NAD juga turut berpartisipasi dengan ikut menjual beras dari UPGB-UPGB dengan harga yang cukup murah.

Harga bahan-bahan pokok yang ditawarkan pada Pasar Rakyat tersebut relatif cukup murah, yaitu mencapai 20 % dibawah harga pasaran umum. Sehingga masyarakat menyambut dengan sangat antusias pelaksanaan Pasar Rakyat yang berlangsung selama 1 minggu tersebut. Bahan-bahan pokok yang dijual sangat diminati masyarakat antara lain beras kualitas medium (Rp. 4.670/kg), gula pasir (Rp. 6.000/kg), minyak goreng curah (Rp. 7.500/kg), telur ayam (Rp. 600/butir) serta minyak tanah (Rp. 2.400/liter).

Sampai dengan H – 1 Ramadhan (12 September 2007) harga kebutuhan pokok di Provinsi NAD melonjak sangat tinggi, terutama harga daging sapi yang mencapai Rp. 100.000/kg – Rp. 130.000/kg, beras kualitas medium Rp. 4.700/kg, gula pasir Rp. 7.000/kg, minyak goreng Rp. 9.000/kg, telur ayam Rp. 750/butir serta minyak tanah mencapai Rp. 2.600/liter – Rp. 3.000/liter.

Pada masa yang akan datang, dipandang perlu kiranya bagi Pemda Tk-I dan Pemda Tk-II untuk menganggarkan APBD yaitu guna memberi subsidi terhadap sembako, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan karena pada saat itu harga pasti akan bergejolak naik. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah, namun masyarakat yang diberi bantuan tersebut harus benar-benar masyarakat yang miskin.(im)

Sumber : Seksi Pengadaan Divre NAD

AddThis Social Bookmark Button